RECENT POST

Saturday, March 12, 2011



Tentara Amerika berulah lagi di Irak. Salah seorang tentaranya telah dipulangkan karena menggunakan Mushaf Al Quran sebagai sasaran tembak dalam latihannya.

“Komandan koalisi telah memberikan brifing singkat kepada pemimpin lokal dalam hasil investigasi dan mengungkapkan rasa penyesalannya yang mendalam,” demikian jelas jubir militer AS yang dikutip oleh kantor berita AFP, Ahad 18 Mei.

Tentara yang tidak disebutkan namanya itu melakukan latihan tembak di daerah Sunni Baghdad Barat. Latihan tentara penjajah kafir itu terjadi tanggal 9 Mei lalu, dan baru diketahui dua hari kemudian saat polisi Irak menemukan Mushaf Al Quran yang rusak karena tembakan peluru senjata laras pendek dekat kantor polisi Radwaniya.

Selain pemulangan, tidak ada tindakan hukuman lagi terhadap tentara itu.
Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh CNN saat menyiarkan acara permintaan maaf Komandan tentara Amerika di Baghdad terhadap kepala suku di Radwaniya.
© haxims.blogspot.com
Dalam pidatonya atas nama kepala suku Radwaniya, Sheikh Hamadi al Qirtani menyebut tindakan ini sebagai “agresi terhadap seluruh dunia Islam”.
Tidak ada reaksi langsung dari pemerintahan boneka pimpinan Nuri al Maliki.

Asosiasi ulama sunni Irak jug atelah mengutuk aksi bejat tentara penjajah AS ini.
Menurut AFP, penembakan Mushaf Al Quran sebagai sasaran tembak merupakan insiden paling serius yang menodai Islam dan kaum Muslimin. Semoga Alloh menimpakan laknatnya bagi tentara penjajah itu.


dan tentara inggris yang menjadikan gambar masjid sasaran tembak

Spoiler for tentara inggris:
Hidayatullah.com--Muslim Inggris, Kamis (8/4), menuntut permintaan maaf dari Kementerian Pertahanan atas penggunaan replika masjid sebagai target di tempat latihan menembak militer di Inggris Utara.

Bradford Council for Mosques (BCM), organisasi Muslim yang ada di wilayah sekitar lokasi, meminta agar replika masjid berkubah hijau dicopot, dan menjamin bahwa replika serupa tidak akan pernah digunakan lagi.

"Strukturnya memang menyimbolkan masjid," kata jurubicara BCM, Ishtiaq Ahmed, kepada Reuters (8/4).

"Masjid adalah tempat ibadah kami, tempat damai, dan jika ada orang yang menganggapnya sebagai tempat berbahaya yang oleh karenanya harus ditembaki, maka hal itu sangat tidak bisa diterima."

Pihak militer Inggris mencoba berdalih. Seorang sumber di kemiliteran mengatakan, bahwa mereka menggunakan hardboard di tempat latihan menembak di Catterick, North Yorkshire, untuk membuat struktur background agar kelihatan lebih realistik seperti keadaan di medan perang Afghanistan yang sesungguhnya. Struktur atau replika yang ada, katanya, tidak digunakan sebagai target langsung. Bentuk-bentuk lain khas Timur Tengah juga dipakai, seperti palem-paleman dan saluran irigasi.

Alasan pihak militer itu mengada-ada, karena menurut BCM, tempat latihan itu sama sekali tidak menyerupai apa yang akan dijumpai pasukan Inggris di Afghanistan.

"Jika mereka memakai replika jalan atau sebuah desa di Afghanistan dengan sebuah masjid seperti yang ada di lokasi sebenarnya, kami bisa memahaminya. Tapi ini, ada enam atau tujuh struktur yang diletakkan di jalur tembakan langsung. Siapapun yang melihat itu, pasti akan menyimpulkan bahwa struktur-struktur itu adalah masjid," jelas Ahmed.

Sekitar 9.500 pasukan Inggris sekarang ini berada di Afghanistan, sebagai bagian dari pasukan gabungan yang dipimpin AS untuk memerangi Taliban.

Reuters melaporkan, Kementerian Pertahanan meminta maaf, dengan mengatakan bahwa mereka tidak pernah bermaksud untuk membuat struktur itu kelihatan seperti atau replika masjid.

"Kami berencana melakukan sebuah pertemuan dengan wakil-wakil dari komunitas Muslim, untuk mendengar keberatan mereka dan mendiskusikan langkah selanjutnya," kata seorang jurubicara dalam sebuah pernyataan. [di/rtr/www.hidayatullah.com]


Spoiler for liat gan:
AlQuran Dijadikan sasaran latihan tembak tentara AS
Mei 19, 2008 pukul 2:46 am | Ditulis dalam Berita, Islam, renungan
Kaitkata: agama, alquran, Amerika, Berita, renungan


AlQuran Dijadikan sasaran latihan tembak tentara AS di irak ” , meskipun mereka sudah minta maaf tapi hati saya merasa tersakiti, itukah gambaran dari negara AS yang katanya sangat menjujung tinggi Hak Azazi Manusia, sekarang waktu telah membuktikan siapa yang lebih keji.. kemaren ni muncul Film “Fitna” garapan seorang anggota Parlemen Belanda “Geert Wilders” yang begitu lantang menjelek²kan islam,, memutar balikkan fakta,, sekarang dengan munculnya kasus ini moga aja dia bisa bercermin kalau golongan merekalah yang lebih (jahat, bisa dikatakan demikian).

Namun meski demikian saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,, kalau memang negara kalian begitu menjujung tinggi ham, tolong hormati agama kami.. kami sangat mencintai kedamaian,,

Saya juga berharap kepada masyarakat islam diseluruh dunia, untuk tidak mengeluarkan aksi yang berlebihan atas tindakan penistaan terhadap Alqur’an ini, kalau mau protes mari lakukan dengan damai baik dan benar, jangan anarkis. dibalik semua itu biarlah Allah yang akan menghukum mereka. amin


Spoiler for gambar:


BACA lebih jelas gan.
biar ga salah kaprah


Baghdad
Gara-gara menggunakan Al Quran sebagai target dalam latihan tembak, seorang tentara AS ditarik dari Irak. Pejabat militer AS pun telah meminta maaf atas sikap anak buahnya yang memicu protes itu.
© haxims.blogspot.com
Seorang tentara yang tidak disebutkan identitasnya itu diamankan setelah polisi Irak menemukan Al Quran yang merupakan kitab suci umat Islam dengan lubang peluru di sampulnya pada pekan lalu di Irak barat.

Panglima tertinggi Angkatan Perang AS di Baghdad Mayor Jenderal Jeffrey Hammond menemui kepala suku Radhwaniya di pinggiran barat ibukota untuk memohon maaf.

"Saya datang untuk meminta maaf," kata Hammond kepada pemimpin suku. "Pada kesempatan ini dengan rendah hati saya mohon maafkan saya dan tentara saya," ujar Hammond seperti dikutip AFP, Senin (19/5/2008).

Sedangkan pejabat militer AS lainnya menciumi Al Quran dan memberikan hadiah Al Quran kepada kepala adat dalam upacara minta maaf. Dalam kesempatan itu juga dibacakan surat permintaan maaf dari tentara yang bersangkutan.

"Saya dengan tulus berharap tindakan saya tidak mengurangi kemitraan yang sudah dikembangkan oleh dua negara ini. Tindakan saya ini sangat gegabah dan tak bertanggung jawab, tetapi di lubuk hati saya tidak ada niat untuk berbuat jahat," ujar Hammond, mengutip surat yang ditulis tentara berpangkat sersan tersebut.

Sersan itu lalu dipindahkan dari Irak untuk mengikuti pemeriksaan pendahuluan. "Prajurit itu dipertanyakan kedisiplinanya karena tindakannya menembak Al Quran. Kami melatih semua tentara kami sepenuhnya untuk bertanggung jawab terhadap tindakan mereka," imbuh dia.

Sedangkan juru bicara militer Kolonel Bill Buckner mengatakan mereka melihat insiden ini sebagai suatu hal yang serius dan bermasalah.

"Panglima koalisi sudah memberi penjelasan kepada pemimpin lokal hasil pemeriksaan serta mengungkapkan penyesalan mendalam. Mereka juga sudah melakukan tindakan disipliner bagi tentara yang terlibat dan dia sudah disingkirkan dari Irak," pungkas Buckner.

sumber : kaskus.us

0 Comments:

Post a Comment



 

blogger templates | Make Money Online